Blog - Kabar Ikatan - Opini

PK IMM Fathul Asrar IAIN Manado Gelar Kelas Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan, Ditutup dengan Refleksi Satu Abad Ahmadiyah

Gambar: MI ASM

Pimpinan Komisariat IMM Fathul Asrar IAIN Manado telah melaksanakan kegiatan kelas Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB).

Kelas ini merupakan salah satu program dari bidang Riset Pengembangan dan Keilmuan (RPK) Komisariat IMM Fathul Asrar.

Kelas Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan sebagai bentuk komitmen terhadap nilai-nilai hak asasi manusia dan keberagaman di Indonesia.

Kelas ini dilaksanakan dalam lima kali pertemuan dengan tema yang berbeda-beda, dan dimulai dari 15 Juli dan ditutup pada 15 Oktober, dengan sesi refleksi memperingati satu abad eksistensi Jamaah Ahmadiyah di Indonesia.

Pertemuan pertama, dilaksanakan pada 15 Juli di kampus IAIN Manado yang difasilitatori oleh Rohit Mahatir Manese (Dewan Pembina MI ASM) dengan tema “Kemunculan dan Prinsip-prinsip KBB”.

Pertemuan kedua, diadakan secara daring pada 2 Agustus yang difasilitatori kembali oleh Rohit Mahatir Manese dengan tema “Partikularitas dan Universalitas”.

Pertemuan ketiga, dilaksanakan pada 2 Oktober di kediaman Rahman Mantu, M.Hum (Dosen IAIN Manado) sekaligus sebagai Fasilitator hari itu.

Pada pertemuan ke empat dilaksanakan pada 8 Oktober di kampus IAIN Manado, yang Kembali di fasilitatori oleh Rohit Mahatir Manese.

Pertemuan ke lima atau pertemuan terakhir, Komisariat melaksanakan kelas pada 15 Oktober di Sekretariat Ahmadiyah, dan pertemuan kelas yang terakhir ini di fasilitatori oleh Pak Hafidz Ahmad Mutu.

Komisariat IMM Fathul Asrar dikesempatan ini mengunjungi langsung tempat Jemaat Ahmadiyah di Manado. Pertemuan terakhir ini sekaligus menjadi momen refleksi terhadap satu abad Ahmadiyah.

Refleksi terhadap satu abad Ahmadiyah adalah contoh penting dari perjuangan kelompok minoritas dalam mempertahankan hak mereka secara damai.

Kelas ini dilakukan dalam format diskusi terbuka, pemaparan materi, studi kasus, serta sesi tanya jawab yang interaktif.

Pada penutupan, peserta diajak merefleksikan sejarah dan dinamika satu abad Ahmadiyah di Indonesia sebagai contoh nyata perjuangan komunitas minoritas dalam mempertahankan hak berkeyakinan.

Tentu dengan hadirnya kelas KBB ini sangat penting terutama dalam dua aspek. Aspek pertama, penting sebagai diskursus keilmuan dalam organisasi IMM yang berlandaskan pada Trilogi yang salah satunya intelektualitas.

Aspek kedua, sebagai upaya untuk menjaga atau merawat nilai-nilai dan semangat kemanusiaan yang hari ini tumpang tindih. Oleh karenanya dua aspek ini menjadi penting, terutama bagi kita sebagai kader IMM itu sendiri.

Semoga dengan hadirnya kelas kebebasan beragama atau berkeyakinan, dari kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap pentingnya kebebasan beragama atau berkeyakinan sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Selain itu, Pimpinan Komisaiat IMM Fathul Asrar ingin memperluas ruang dialog antarumat beragama dan mendorong terciptanya iklim akademik yang toleran.

Editor: SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *